Langsung ke konten utama

Postingan

Memaksimalkan Peran Orang Tua Sebagai Pendidik Utama Anak

PEMAIN Timnas Jerman Lukas Podolski (kiri) menggendong anaknya Louis Gabriel Podolski saat merayakan kemenangan usai laga final Piala Dunia 2014 di Rio de Janeiro, Brazil. (foto:www.alamy.com) PIALA Dunia 2018 yang digelar di Rusia baru saja berakhir. Bahkan euforia ajang kompetisi sepak bola empat tahunan itu masih terasa sampai saat ini. Namun dalam tulisan ini, saya tidak mau membahas Piala Dunia yang dimenangi Timnas Prancis itu. Melainkan akan melihat kembali momen-momen menarik pada Piala Dunia musim sebelumnya. Yakni Piala Dunia 2014 yang dihelat di Brazil. Momen menarik yang saya maksud tidak ada kaitannya dengan bola, sebenarnya. Melainkan berkaitan dengan pentingnya peran orang tua dalam pendidikan anak. Sesuai dengan judul tulisan blog ini. Momen tersebut tercipta saat Timnas Jerman merayakan kemenangannya setelah melakoni laga final kontra Argentina di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, Brazil, pada Senin 14 Juli 2014. Saat itu, sejumlah pemain Tim Panser -juluka...

Meneropong Masa Depan Koperasi di Era Generasi Milenial

Indonesia diprediksi akan mendapatkan bonus demografi pada 2020 hingga 2030. Kondisi dimana jumlah penduduk usia produktif mencapai 70 persen dari total penduduk Indonesia di masa tersebut. Penduduk yang masuk kategori usia produktif adalah mereka yang memiliki usia antara 15-64. Sedangkan sisanya, atau 30 persen penduduk Indonesia pada 2020-2030 masuk kategori usia tidak produktif. Yaitu usia 14 tahun ke bawah dan usia di atas 65 tahun. Dari 70 persen jumlah penduduk usia produktif itu, 32 persen di antaranya masuk kategori generasi milenial. Yaitu mereka yang memiliki usia antara 15 tahun hingga 39 tahun. Jika jumlah penduduk Indonesia saat ini 258 juta jiwa, maka pada 2020-2030 nanti di negeri ini ada sekitar 84 juta generasi milenial (32 persen dari 258 juta). Siapakah generasi milenial itu?  Generasi milenial (milennials) atau kadang juga disebut dengan generasi Y adalah kelompok orang yang lahir setelah Generasi X, yaitu orang yang lahir pada kisaran tahun 1980-2...

MERAH PUTIH YANG MENYELAMATKAN

Tahun 1994, waktu yang tidak akan terlupakan bagi keluarga besar kami. Khususnya bagi diriku yang saat itu masih berusia 13 tahun. Tahun itu, ayah, ibu dan nenekku pergi ke luar negeri untuk pertama kalinya, yaitu ke Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji. Karena pengalaman pertama, maka persiapan yang dilakukan sangatlah detail. Saat itu, mereka bertiga harus ke Jakarta dulu via jalur darat menggunakan bus antar kota antar propinsi. Yang kemudian berlanjut menggunakan pesawat menuju ke Arab Saudi. Selama 40 hari mereka melaksanakan ibadah disana. Kepulangan mereka membawa banyak cerita sedih dan gembira seputar perjalanan spiritual tersebut. Ada satu cerita nenek yang sangat menarik bagiku, cerita tentang ketersesatan nenek saat berada disana. Cerita itu bergulir setelah mereka sudah berada di Indonesia. Cerita berawal saat ibu tidak dapat melaksanakan ibadah karena baru berhalangan, maka ayah menawarkan kepada nenek untuk berangkat bersama. Saat mau berangkat ke masjid, ayah...

WELCOME EMERON, SELAMAT TINGGAL RAMBUT LEPEK

Sebagai seorang ibu rumah tangga sekaligus wanita bekerja banyak aktivitas yang saya lakukan. Dirumah mulai dari mengurus anak, memasak, mencuci baju, strika sampai dengan beres-beres rumah. Hal itu membuat saya mempunyai masalah dengan rambut. Apalagi pulang pergi kerja saya menggunakan motor alias bikers. Belum lagi jika stress kerjaan tidak selesai-selesai. Selama di rumah rambut saya biarkan tidak tertutup hijab, biar rambut dapat bernafas. Tapi hal itu menyebabkan rambut saya mudah kotor karena makanan anak-anak, uap masakan sampai dengan debu saat beres-beres rumah. Dan basah dengan keringat pastinya karena semua aktivitas tersebut. Sehingga bau dan lepek pasti menghinggapi rambut saya. Belum lagi saat pulang pergi kerja  rambut saya sudah tertutup hijab masih ditutup lagi dengan helm dan hal itu menambah list problem dengan rambut kian panjang. Entah itu ketombe, rontok, maupun rambut lepek. Dan saat sampai kantor dengan ruangan ber AC, rambut saya harus menye...

MENYAPIH DENGAN DALIL

Faathimah Az'Zehra 19 Maret pukul 14:15  ·  "Hasan udah disapih? Pake apa Bu nyapihnya?" Tanya beberapa orang. Lalu saya mikir sejenak. "Pake apa?" "Pake minyak kayu putih, obat merah, atau yang pait2?"  Tanya mereka. "Nggak kok, gak pake itu semua." Kata saya. . . Waktu anak pertama, saya menyapih Jeje (Zainab) saat usia 15bulan karena kondisi fisik yang tak memungkinkan untuk melanjutkan menyusui (saat itu saya hamil anak ke-2). Ketika menyapih Jeje, saya mengalihkan pakai susu botol, butuh waktu 1 pekan untuk adaptasi. . Kemudian anak ke-2, saya mulai mengevaluasi bagaimana sebaiknya menyapih anak. Saya berfikir, kalau pakai susu botol, saya akan butuh 2 kali menyapih. Pertama lepas ASI, kedua lepas susu botol. . Akhirnya, saya mencoba dengan dialog dari hati ke hati. Subhanallah, Allah mengaruniakan kami anak ke 2 dengan hati (perasaan) yang begitu "halus". Dari usia 1 tahun, saya mulai wacanakan ka...

MAAF, JANGAN CURANG !!!ALLAH MAHA MENGETAHUI.....

MAAF, JANGAN CURANG! ALLAH MAHA MENGETAHUI... Seperti pedang bermata dua, bisnis yang dikelola tanpa melibatkan Allah bisa jadi jalan maksiat bagi pemilik dan karyawannya dan endingnya kebangkrutan dan kehancuran disana. Disisi lainnya, bisnismu adalah ladang ibadahmu, bahkan bisa jadi ladang syiarmu! Mengelola usaha dengan baik sesuai dengan ilmu berdagang yang jujur, selalu merasa diawasi Allah sehingga sangat hati-hati dalam melayani pelanggannya. Sebuah toko aksesoris mobil di Jogja yang saya temui memasang tulisan ini di depan tokonya.. MOHON MAAF: 1. Tidak melayani nota kosong 2. Tidak melayani markup/nota dinaikkan dari harga asli. 3. Tidak melayani nota fiktif 4. Nota yang tidak sesuai harga aslinya tidak akan ditandatangani dan tidak akan di cap. ALLAH MAHA MENGETAHUI Masih ada pukulan telak dibawahnya: “MAAF ALAT GESEK TIDAK BISA KARTU KREDIT” Dua kali “maaf” yang bikin nyesek! Para catuters dan para utangers akan melintir dari toko ini. Berapa banyak mereka...