Langsung ke konten utama

MENYAPIH DENGAN DALIL


Faathimah Az'Zehra
"Hasan udah disapih? Pake apa Bu nyapihnya?"
Tanya beberapa orang.
Lalu saya mikir sejenak. "Pake apa?"
"Pake minyak kayu putih, obat merah, atau yang pait2?" Tanya mereka.
"Nggak kok, gak pake itu semua." Kata saya.
.
.
Waktu anak pertama, saya menyapih Jeje (Zainab) saat usia 15bulan karena kondisi fisik yang tak memungkinkan untuk melanjutkan menyusui (saat itu saya hamil anak ke-2). Ketika menyapih Jeje, saya mengalihkan pakai susu botol, butuh waktu 1 pekan untuk adaptasi.
.
Kemudian anak ke-2, saya mulai mengevaluasi bagaimana sebaiknya menyapih anak. Saya berfikir, kalau pakai susu botol, saya akan butuh 2 kali menyapih. Pertama lepas ASI, kedua lepas susu botol.
.
Akhirnya, saya mencoba dengan dialog dari hati ke hati. Subhanallah, Allah mengaruniakan kami anak ke 2 dengan hati (perasaan) yang begitu "halus". Dari usia 1 tahun, saya mulai wacanakan kalau ia hanya boleh menyusui sampai usia 2 tahun.
.
Apakah ia mengerti apa yang saya katakan diusianya yang masih 1 tahun? Saya yakin ia memahami meskipun belum merespon apa2.
.
Menjelang usianya 2 tahun, saya menyiapkan hati untuk menyapih di saat yang tepat (saat kondisi badan anak sedang sehat, dukungan dari suami, dan ruhiyah yang stabil) dengan bahasa seperti ini "Khaula, kata Allah, khaula boleh mimi hanya sampai 2 tahun." Kemudian saya mengajaknya membuka alquran terjemah dan membacakan ia ayat ini :
“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf (baik). Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (Al-Baqarah : 233)
.
Apa yang terjadi?
Sejak malam itu, ketika saya membacakan dalil perintah Allah mengenai penyapihan, dengan izin Allah, ia tak minta ASI lagi. Ketika malam ia tidur dengan sendirinya. MasyaAllah.
.
Lalu saya menjadi begitu takjub dan bertanya2. Ya Allah, kok bisa? Anak sekecil ini? Hingga pada akhirnya, saya berkesimpulan, Allah lah penggenggam hati anak2.
.
Sebulan selang menyapih Khaula saya hamil anak ke 3. Dan kini Hasan hampir menginjak usia 2tahun.
.
Kata orang2, menyapih anak laki2 itu lebih sulit? Iyakah? Dialog yang sama saya coba lakukan seperti menyapih Khaula dulu. Alhamdulillah, berhasil dengan 1 malam ia nangis tapi Alhamdulillah gak lama, langsung mau dikasih minum air putih. Alhamdulillah, sungguh Allah yang menggenggam hati mereka untuk taat pada perintahNya.
.
Sedih gak saya? Ibu mana yang tak sedih ketika menyapih anak. Tapi, perintah Allah harus lebih kita utamakan, kan? Bismillah saja, Allah yang akan memudahkan, InsyaAllah 
.
Moms, bagaimana pengalaman menyapih anak2? Semoga kita bisa menyapih dengan sebaik2 penyapihan, ya 
IG : @faatzehra

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAAF, JANGAN CURANG !!!ALLAH MAHA MENGETAHUI.....

MAAF, JANGAN CURANG! ALLAH MAHA MENGETAHUI... Seperti pedang bermata dua, bisnis yang dikelola tanpa melibatkan Allah bisa jadi jalan maksiat bagi pemilik dan karyawannya dan endingnya kebangkrutan dan kehancuran disana. Disisi lainnya, bisnismu adalah ladang ibadahmu, bahkan bisa jadi ladang syiarmu! Mengelola usaha dengan baik sesuai dengan ilmu berdagang yang jujur, selalu merasa diawasi Allah sehingga sangat hati-hati dalam melayani pelanggannya. Sebuah toko aksesoris mobil di Jogja yang saya temui memasang tulisan ini di depan tokonya.. MOHON MAAF: 1. Tidak melayani nota kosong 2. Tidak melayani markup/nota dinaikkan dari harga asli. 3. Tidak melayani nota fiktif 4. Nota yang tidak sesuai harga aslinya tidak akan ditandatangani dan tidak akan di cap. ALLAH MAHA MENGETAHUI Masih ada pukulan telak dibawahnya: “MAAF ALAT GESEK TIDAK BISA KARTU KREDIT” Dua kali “maaf” yang bikin nyesek! Para catuters dan para utangers akan melintir dari toko ini. Berapa banyak mereka...

MERAH PUTIH YANG MENYELAMATKAN

Tahun 1994, waktu yang tidak akan terlupakan bagi keluarga besar kami. Khususnya bagi diriku yang saat itu masih berusia 13 tahun. Tahun itu, ayah, ibu dan nenekku pergi ke luar negeri untuk pertama kalinya, yaitu ke Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji. Karena pengalaman pertama, maka persiapan yang dilakukan sangatlah detail. Saat itu, mereka bertiga harus ke Jakarta dulu via jalur darat menggunakan bus antar kota antar propinsi. Yang kemudian berlanjut menggunakan pesawat menuju ke Arab Saudi. Selama 40 hari mereka melaksanakan ibadah disana. Kepulangan mereka membawa banyak cerita sedih dan gembira seputar perjalanan spiritual tersebut. Ada satu cerita nenek yang sangat menarik bagiku, cerita tentang ketersesatan nenek saat berada disana. Cerita itu bergulir setelah mereka sudah berada di Indonesia. Cerita berawal saat ibu tidak dapat melaksanakan ibadah karena baru berhalangan, maka ayah menawarkan kepada nenek untuk berangkat bersama. Saat mau berangkat ke masjid, ayah...