Langsung ke konten utama

MAAF, JANGAN CURANG !!!ALLAH MAHA MENGETAHUI.....

MAAF, JANGAN CURANG! ALLAH MAHA MENGETAHUI...
Seperti pedang bermata dua, bisnis yang dikelola tanpa melibatkan Allah bisa jadi jalan maksiat bagi pemilik dan karyawannya dan endingnya kebangkrutan dan kehancuran disana.
Disisi lainnya, bisnismu adalah ladang ibadahmu, bahkan bisa jadi ladang syiarmu! Mengelola usaha dengan baik sesuai dengan ilmu berdagang yang jujur, selalu merasa diawasi Allah sehingga sangat hati-hati dalam melayani pelanggannya.
Sebuah toko aksesoris mobil di Jogja yang saya temui memasang tulisan ini di depan tokonya..
MOHON MAAF:
1. Tidak melayani nota kosong
2. Tidak melayani markup/nota dinaikkan dari harga asli.
3. Tidak melayani nota fiktif
4. Nota yang tidak sesuai harga aslinya tidak akan ditandatangani dan tidak akan di cap.
ALLAH MAHA MENGETAHUI
Masih ada pukulan telak dibawahnya:
“MAAF ALAT GESEK TIDAK BISA KARTU KREDIT”
Dua kali “maaf” yang bikin nyesek! Para catuters dan para utangers akan melintir dari toko ini.
Berapa banyak mereka yang kerja di instansi menjadikan modus ini untuk bisa nilep duit kantornya. Modusnya bisa kayak gini:
“Mbak kaca film mobil kantor nih, habis 2,5 juta tolong diisi 3,5 juta ya mbak buat laporan ke kantor”
Mmmm... yang 1 juta? Ditileplah uang itu untuk dimakannya.
Pakai kartu kredit? Akad riba kenanya.. sudah mobilnya utang leasing, ke toko aksesoris mobil didandanin dikasih lipstik dan bedak biar mobilnya menor, tapi bayarnya ngutang... demi apa? Demi bisa gaya dan pujian kawan-kawannya!
“Mobilmu baru keren deh! Wuik soundnya nendang.. tambahi speaker ya? Ada lampu kelap kelip juga.. jadi kayak odong-odong di pasar malam!”
Setiap pujian lezat rasanya, padahal semu hasil utangan saja..
Dengan tulisan di kertas itu pemilik toko sudah membuat pagar, hanya yang akadnya halal yang boleh masuk ke laci kasirku.. yakin gak bakal miskin!
Percaya Allah akan menjaganya..
Yang bikin tambah luar biasa, ketika adzan Ashar berkumandang 10 an karyawan laki-laki yang sedang bekerja minta izin untuk sholat di masjid, naik motor boncengan. Hanya tiga wanita yang gantian berjaga, Meninggalkan konsumennya yang planga-plongo mobilnya ditinggal begitu sadja... 15 menit kemudian mereka kembali dan dengan cekatan menyelesaikan pekerjaannya!
Bisnis dalam keberkahan, hingga janji dari Nabi ini begitu menggiurkan..
“Pedagang yang jujur dan terpercaya akan dibangkitkan bersama para Nabi, orang-orang shiddiq dan para syuhada”
(HR. Tirmidzi)
Bagaimana bisnismu kawan?
Apakah sudah jadi ladang kebaikan?
Atau
masih jadi sumber dan penebar kemaksiatan?
@Saptuari

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENYAPIH DENGAN DALIL

Faathimah Az'Zehra 19 Maret pukul 14:15  ·  "Hasan udah disapih? Pake apa Bu nyapihnya?" Tanya beberapa orang. Lalu saya mikir sejenak. "Pake apa?" "Pake minyak kayu putih, obat merah, atau yang pait2?"  Tanya mereka. "Nggak kok, gak pake itu semua." Kata saya. . . Waktu anak pertama, saya menyapih Jeje (Zainab) saat usia 15bulan karena kondisi fisik yang tak memungkinkan untuk melanjutkan menyusui (saat itu saya hamil anak ke-2). Ketika menyapih Jeje, saya mengalihkan pakai susu botol, butuh waktu 1 pekan untuk adaptasi. . Kemudian anak ke-2, saya mulai mengevaluasi bagaimana sebaiknya menyapih anak. Saya berfikir, kalau pakai susu botol, saya akan butuh 2 kali menyapih. Pertama lepas ASI, kedua lepas susu botol. . Akhirnya, saya mencoba dengan dialog dari hati ke hati. Subhanallah, Allah mengaruniakan kami anak ke 2 dengan hati (perasaan) yang begitu "halus". Dari usia 1 tahun, saya mulai wacanakan ka...

MERAH PUTIH YANG MENYELAMATKAN

Tahun 1994, waktu yang tidak akan terlupakan bagi keluarga besar kami. Khususnya bagi diriku yang saat itu masih berusia 13 tahun. Tahun itu, ayah, ibu dan nenekku pergi ke luar negeri untuk pertama kalinya, yaitu ke Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji. Karena pengalaman pertama, maka persiapan yang dilakukan sangatlah detail. Saat itu, mereka bertiga harus ke Jakarta dulu via jalur darat menggunakan bus antar kota antar propinsi. Yang kemudian berlanjut menggunakan pesawat menuju ke Arab Saudi. Selama 40 hari mereka melaksanakan ibadah disana. Kepulangan mereka membawa banyak cerita sedih dan gembira seputar perjalanan spiritual tersebut. Ada satu cerita nenek yang sangat menarik bagiku, cerita tentang ketersesatan nenek saat berada disana. Cerita itu bergulir setelah mereka sudah berada di Indonesia. Cerita berawal saat ibu tidak dapat melaksanakan ibadah karena baru berhalangan, maka ayah menawarkan kepada nenek untuk berangkat bersama. Saat mau berangkat ke masjid, ayah...